Kamis, 17 Desember 2009

monolog 1

Itulah kalian orang-orang yang suci dimataku. rang-orang yang sulit untuk ku dekati. Hanya bisa kupandang dari kejauhan dengan sebuah senyum penyesalan dan senyum kesyukuran. Sesal karena keputusan yan kuambil menyebabkan aku merasa jauh dengan orang-orang yang telah membesarkanku. Bersyukur karena dengan keputusanku, aku bisa menjadi diriku sendiri, bisa memberikan apapun yang bisa ku beri kepada siapapun tanpa pilih-pilih dengan hati yang dapat kubawa kemanapun aku mau. Memang, banyak kesempatan untuk bisa bersanding lagi dengan bintang, mentari dan rembulan seperti kalian, tapi aku sadar diri...terlalu hina, terlalu kotor untuk disandingkan dengan kalian. Biarlah kurasakan desiran angin yang ikut merasakan kesepian hatiku. Angin ini yang selalu membelai dan menemaniku di kala kesedihan itu melanda, di kala rasa sepi menusuk relung hatiku. Terkadang ingin menangis merasakan ini semua. terkadang ingin mencoba untuk melepas semua harapan untuk kembali bersama, tapi rasa takut, malu dan sebagainya masih menghantuiku, meski dengan belaian angin, ia seolah menasehatiku untuk tidak melakukan hal itu..

don't try to life so wise
don't cry couse you so right
don't dry with fakes or fears
couse you will hate your self in the end

itulah nyanyian angin akeboshi..yang mengalun dan mengalir mengikuti aliran darahku..memberikan nuansa dingin di sekujur tubuhku, hingga tubuh ini berusaha untuk tetap tenang, tegar dan tersenyum menghadapi semuanya. Aku yakin, aku tidak sendiri. Aku yakin masih banyak orang di sekelilingku yang kondisinya tidak lebih baik dari aku. Segalanya pasti ada... segalanya telah diatur oleh sang Maha...
Lantas, apa yang dapat kuraih dari semua ini...??

0 komentar:

Poskan Komentar